jump to navigation

Bikin Bangga, Pebalap Astra Honda Mario Aji Bakal Balap Semusim Penuh di GP Moto3 2022 12 November, 2021

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
Tags: , ,
add a comment

PT Astra Honda Motor (AHM) kembali mengantarkan talenta balap Tanah Air untuk bersaing di ajang balap Grand Prix melalui pembinaan balap berjenjang yang terstruktur. Mario Suryo Aji pebalap binaan Astra Honda Racing Team akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Grand Prix (GP) Moto3 pada musim 2022 mendatang, bersama dengan Honda Team Asia (HTA).

Setelah mendapat kesempatan emas berlaga di GP Moto3 tahun ini sebagai pebalap wildcard, Mario dipastikan akan menjadi pebalap HTA satu musim penuh pada tahun depan di kelas yang sama.

Mewakili bakat balap terbaik Asia, Mario akan satu tim bersama dengan pebalap asal Jepang, Taiyo Furusato. Mario akan berjuang demi kebanggaan bangsa, sekaligus membuat guratan prestasi baru di kancah balap dunia sebagai bintang dari Asia.

Mengawali mimpi dari kota Magetan, Jawa Timur pemuda berusia 17 tahun ini merupakan lulusan dari Astra Honda Racing School (AHRS) tahun 2016. AHRS merupakan program dasar pembinaan balap berjenjang AHM untuk mengembangkan bakat pebalap belia di Tanah Air. Selepas program tersebut, performa Mario semakin berkembang. Kesempatan untuk berprestasi di ajang balap yang lebih tinggi pun semakin terbuka.

Pada tahun 2017, Mario mulai mengikuti ajang Thailand Talent Cup. Aksi balapnya pun semakin gemilang. Hal ini membuatnya didapuk menjadi bagian pebalap AHRT yang turun di ajang Asia talent Cup (ATC) dan Asia Road Racing Championship (ARRC) di kelas AP250 pada tahun 2018. Di ajang balap ATC, Mario mampu mengisi posisi 5 besar dan pada ajang ARRC AP250.

Performa balap yang apik dari Mario membuka kesempatan untuk turun di ajang FIM CEV Moto3 Junior World Championship pada tahun 2019. Memasuki tahun ketiga, penampilan yang semakin impresif. Finish di posisi keempat pada seri Estoril dan mengisi pole position di seri Catalunya merupakan raihan terbaik Mario di musim 2021.

Penampilan balap yang terus berkembang dari Mario, membuat dirinya mendapatkan kesempatan wildcard di ajang GP Moto3 pada seri Misano dan Algarve. Pada seri Misano, Mario sempat mencuri perhatian atas performanya di sesi latihan bebas pertama dengan mengisi posisi keempat.

Namun harapan Mario untuk mencetak prestasi di GP Moto3 seri Algarve (13/11) kandas seiring dengan insiden cidera pada paha kanan yang dialaminya saat latihan rutin di Barcelona (2/11). Kini Mario telah menjalani operasi dan tengah proses pemulihan.

“Sejak saya dibina Astra Honda Racing School pada umur 12 tahun, mimpi tertinggi saya adalah bisa balapan di Grand Prix. Tentu saya sangat senang dan bersemangat menghadapi musim depan, hal ini merupakan impian saya dan Almarhum Ayah. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Konsisten, belajar dan membuat kemajuan di setiap putaran adalah target saya. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang terlibat, terutama keluarga yang sangat mendukung sejak pertama kali balapan. Saya akan berjuang untuk mewujudkan impian Almarhum Ayah pada Mario.,” ujar Mario

Pada tahun 2022 nanti, Mario menargetkan untuk cepat beradaptasi dan belajar untuk dapat memberikan performa terbaiknya sebagai kebanggan Indonesia.

GM Marketing and Planning Analysis AHM, Andy Wijaya mengatakan pencapaian Mario bersaing di kancah balap dunia menjadi pembuktian wujud keberhasilan program pembinaan balap yang terstruktur dari perusahaan dalam mencetak prestasi yang mengharumkan bangsa.

“Setelah Dimas Ekky Pratama, Gerry Salim dan Andi Gilang Izdihar, Mario menjadi pebalap keempat binaan Astra Honda Racing Team yang dapat menembus kancah balap Grand Prix. Perjuangan semua pihak membuahkan hasil yang manis. Semoga mental juara yang dimiliki Mario dapat menginspirasi pebalap muda Indonesia lainnya dalam menggapai mimpi mengukir prestasi di kancah balap dunia,” ujar Andy.  

MotoGP Sepang 2018 Bakal Seru, Ada Pembalap Indonesia di Kelas Moto2 1 November, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

0DBC8757-1301-49C8-9698-9C1685A10742

Kehadiran pembalap Indonesia di kancah balap dunia bagaikan pelepas dahaga. Lumayan lama garuda muda tak tampil di kancah balap terbaik dunia seperti MotoGP. Namun, tahun 2019, Dimas Ekky Pratama akan tampil full series di kelas Moto2.

Seperti sebuah pemanasan, pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini kembali mendapat kesempatan emas untuk menambah pengalaman merasakan atmosfer balap di Grand Prix (GP). Dimas akan tampil di GP Moto2 Sepang, Malaysia, Minggu (4/11/2018).

Pebalap asal Depok, Jawa Barat itu akan menunggangi Mistral 610 milik Tech3 Racing Team. Dia tampil menggantikan Bo Bendsneyder yang cedera akibat terjatuh di GP Jepang, Twin Ring Motegi, dua pekan lalu. Menariknya, Dimas tetap akan menggunakan identitas Astra Honda Racing Team pada baju balapnya.

Ini merupakan kesempatan emas bagi Dimas untuk mengasah kembali kemampuan membalap melawan para pebalap top dunia di GP Moto2. ”Terima kasih untuk Tech3 yang mempercayakan kesempatan membalap di GP Malaysia sebagai pebalap pengganti. Ini adalah tantangan besar dan bisa menjadi momen untuk menguji kesiapan saya sebelum ke Moto2 semusim penuh tahun depan,” ucap Dimas.

9F9C9855-C982-4B6C-8048-3E2937DB914D

Ditambahkan, dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah mental dan coba menyelami tekanan yang ada di kompetisi sekelas GP Moto2. Berkomunikasi dengan tim seperti Tech3 Racing yang sudah berpengalaman di GP juga akan menjadi keuntungan buat Dimas untuk dipelajari.

Thomas Wijaya, Marketing Director AHM mengatakan ini menjadi kesempatan berharga, terlebih Dimas sedang mempersiapkan diri untuk semakin kompetitif menghadapi musim balap GP Moto2 tahun depan.

”Kami harap kepercayaan dari tim balap Tech3 di GP Moto2 Sepang ini dapat semakin memacu semangat juang Dimas untuk membawa kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia,” kata Thomas.

EBB4DFDD-D971-4BA6-BD34-E86328254636

Saat ini, Dimas menjadi salah satu penantang utama di ajang CEV Moto2 European Championship. Beberapa waktu lalu, dia berhasil podium ketiga di Albacete, Spanyol, melalui balapan seru hingga putaran akhir. Dimas kini menempati peringkat kelima klasemen sementara dalam kompetisi tersebut dengan torehan 91,5 poin.

Tampil di Sepang menjadi nostalgia Dimas di kategori Moto2. Pada 2017 lalu, dirinya juga tampil menggantikan Jorge Navarro di Federal Oil Gresini Racing.

 

Dimas ke Moto2 2019: Ini Deretan Pembalap Nasional yang pernah Jajal MotoGP 6 Oktober, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , , ,
add a comment

364D59B7-A703-47C9-91C5-703AF35C7E10

Dimas Ekky Pratama mengalami promosi karir balap tahun 2019. PT Astra Honda Motor yang membinanya bersama sejumlah sponsor telah menyatakan pembalap 25 tahun asal Depok, Jawa Barat ini resmi membalap di ajang MotoGP kelas Moto2.

Kepastian soal masa depan Dimas ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers, Jumat (5/10) di. Dimas Ekky akan membalap di GP Moto2 2019 full seri. Dia dipilih sebagai pebalap andalan Idemitsu Honda Team Asia, mewakili bakat-bakat terbaik dari belahan bumi Asia. Idemitsu Honda Team Asia merupakan tim balap yang berpengalaman di ajang GP.

Dengan bergabungnya Dimas di Moto2, dia menambah deretan pembalap Indonesia yang terjun di kancah balap dunia tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2013, dua pembalap Indonesia merasakan kerasnya balapan di Moto2. Mereka adalah Doni Tata Pradipta dan Rafid Topan Sucipto. 

Topan tahun sebelumnya juga membalap di kelas ini bersama tim yang sama dengan status wild card. Sementara Doni Tata, juga pernah terjun di kelas ini saat masih bernama MotoGP kelas 250cc tahun 2008. Namun selama dua kali berlaga di ajang MotoGP, prestasi pembalap asal Sleman Yogyakarta ini tak terlalu menonjol.

6F878529-A150-4049-AF9E-2CE33F8A6604

Foto: Doni Tata

Doni Tata baru mencetak satu poin -finis ke-15, pada balapan Moto2 Australia di sirkuit Phillip Island. Doni menempati peringkat 28 klasemen sementara Moto2. Tim balapnya Federal Oil Gresini terpaksa mengakhiri kebersamaan dengan Doni di musim balap 2013.

Sementara itu, Rafid Topan Sucipto yang memperkuat tim QMMF Racing Team asal Qatar juga bernasib sama. Rider asal Jakarta ini hanya sekali membuat kejutan Saat mengawali race dari grid 5, tepatnya di MotoGP Jepang tahun 2013, meski di sirkuit Motegi dia gagal finis. Topan gagal meraih satu poin pun. Capaian terbaiknya finis di posisi ke-20.

Jatah Wild Card

Selain pembalap di atas yang merasakan balapan penuh semusim, ada juga beberapa pembalap lainnya yang tembus di ajang dunia dengan status wild card. Di antaranya M. Fadli yang mendapatkan kesempatan emas sekali dari tim JIR Moto2. Sayang saat itu dia gagal finis.

Selanjutnya Petrus Tobun Canisius. Pembalap Yamaha Indonesia ini mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc yang berlangsung di Sirkuit Sentul. Sayang juga Tobun hanya sanggup finis di posisi buncit.

A50605FD-D4AA-451D-A0FD-B0C9BA85E5E7

Foto: Rafid Topan

Selain Tobun di kelas yang sama, Ahmad Jayadi juga mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc. Jagoan Suzuki ini juga bernasib sama dengan Tobun, finis di barisan belakang.

Setahun berikutnya giliran pembalap Rudi Arianto yang beruntung dapat jatah tersebut. Di kelas 125cc di Grand Prix musim 1997 di Sirkuit Sentul tersebut, pebalap Yamaha ini gagal finis. 

Kita berharap, Dimas Ekky akan menorehkan prestasi lebih baik dari para seniornya ini. Berkaca dari prestasi, Dimas punya bekal berupa sederet gelar kejuaraan dunia yang sudah ditorehkannya.

Antara lain, juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race, juara Asia Road Racing Championship yang digelar di Sentul tahun lalu, hingga mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang CEV Moto2 European Championship dengan berdiri di podium ketiga pada seri Catalunya 2017.

2843A91C-7501-47E8-8464-DCCF36B14D88