jump to navigation

Mario Aji di Moto3 Portugal 2022: Start Kedua & Ngotot di Awal akhirnya Finish di Posisi 16 25 April, 2022

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
Tags: , ,
add a comment

PORTUGAL – Keberuntungan belum menjadi pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji di ajang Moto3 2022 seri Portugal yang digelar Minggu (24/4/22). Memulai start balapan dari posisi kedua, Mario keteter dan harus puas finish di posisi ke-16.

Posisi finish ke-16 berarti hanya satu lapis dengan posisi peraih poin terakhir yakni 15 dengan 1 poin. Artinya, Mario gagal membawa pulang poin dari balapan di benu Eropa ini.

Hasil pada race day sangat bertolak belakang dengan capaian Mario sejak sesi latihan bebas pada hari Jumat hingga babak kualifikasi di hari Sabtunya. Klimaksnya, Mario sukses meraih hasil kualifikasi tercepat kedua.

Sebetulnya Mario memulai balapan dengan baik. Setidaknya hingga lap pertama dia bisa mempertahankan posisinya dan bertarung sengit dengan pembalap di barisan depan.

Namun, momen terbaik itu lenyap dan gagal dipertahakan pebalap Honda Team Asia ini saat memasuki lap kedua. Perlahan-lahan, kecepatan Mario menghilang. Motornya disalip lawan satu persatu.

Hingga pada pertengahan balapan, Mario berada di posisi 16. Dia sempat naik posisi saat pembalap di depannya crash. Namun, lagi-lagi Mario harus melepas posisi poin tersebut karena direbut lawan.

Ada apa dengan Mario Aji? Dalam keterangan resmi tim Honda Asia, Mario mengaku balapan di MotoGP Portugal cukup sulit. Namun, ada banyak hal positif yang bisa diraihnya.

Tentang performanya yang menurun di balapan, Mario menyebutkan karena faktor strategi ban yang salah. Mario Aji mengaku terlalu nge-push diawal balapan. Hal ini membuatnya bertahan di barisan pembalap di depan.

Namun, akibatnya pada ban yang mulai kehilangan powernya. “Ban belakang sangat nge-drop karena saya nge-push terlalu keras di tikungan,” jelasnya.

Meski begitu Mario Aji mengaku senang, karena banyak hal bisa dipetiknya terutama saat bertarung dengan pembalap di barisan depan. “Kami terus bekerja pada kekurangan besar yang perlu kami perbaiki. Kami akan lebih sering berada di depan; kita butuh waktu,” ujarnya.