jump to navigation

Netizen Bertanya Apakah Vario 160 Bunyi Geredek? Wah Mainnya Gak Jauh Nih 8 Februari, 2022

Posted by proud2ride in Honda, Merk.
Tags: , ,
1 comment so far

AHM memperkenalkan All New Honda Vario 160 pada pekan lalu. Vario 160 tampil sebagai skutik premium sporti. Terdapat perubahan menyeluruh pada mesin, rangka, desain dan fitur yang semakin canggih.

Ada beberapa bagian pada sang motor yang membuat Vario 160 menjadi matik premium yang sporti. Antara lain penyempurnaan pada bagian mesinnya.

Bagian ini masih sering menjadi pertanyaan oleh Netizen maupun blogger dan vlogger yang memposisikan diri sebagai kontra Honda. Pertanyaannya klasik, apakah Vario 160 berbunyi geredek.

Bunyi geredek ini muncul pada beberapa unit Vario dan PCX 150 atau motor dengan mesin lama. Bunyi geredek terjadi manakala mesin dalam putaran bawah. Namun bunyi ini seketika hilang saat motor berjalan pada putaran atas.

Soal bunyi geredek ini menjadi semacam isu negatif yang terus digoreng oleh Honda Hatter ini. Tetapi, sejak Honda memperkenalkan mesin 160cc terbaru untuk PCX tahun lalu, bunyi geredek ini sukses hilang.

Mesin yang sama disematkan untuk Vario 160. Karena itu kasus bunyi geredek pada Vario 160 otomatis juga sirna.

Dalam keterangannya, AHM menjelaskan, bagian mesin Vario 160 punya performa tinggi kapasitas 160cc 4 katup enhanced Smart Power Plus (eSP+).

Mesin ini memiliki teknologi minim gesekan yang memberikan keseimbangan antara performa yang optimal dan kesempurnaan puncak saat dikendarai harian.

Sudah jelas kan kawan-kawan Honda Hatter. Nah, kalo masih mempertanyakan bunyi heredek ini, berarti main Anda masih belum jauh!

Dipetisikan, AHM Pastikan Tak Akan Recall Honda PCX 17 April, 2019

Posted by proud2ride in Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

7D4533B1-8668-429D-A1D0-DCA3D0B025D1

PT Astra Honda Motor menjawab dengan halus soal petisi yang dibuat konsumennya karena tak puas pada kondisi Honda PCX-nya. Ketidakpuasan tersebut berlanjut dengan membuat petisi dalam platform change.org. 

Petisi yang dibuat oleh Andreas Priyanto itu mendapat respon dari warganet yang ikut membubuhkan namanya. Dalam petisi  ada tiga hal yang dikeluhkan Andreas yakni Gredek di RPM rendah, Tarikan gas berat dan kasar di RPM rendah dan sepeda motor mendadak mati. 

Atas petisi tersebut, AHM mengajak konsumen untuk segera menghubungi bengkel jaringan AHASS untuk mendapatkan jalan keluarnya. “AHM terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua konsumen Honda jika mengalami kendala dengan sepeda motornya agar dapat nyaman digunakan kembali,” ujar Didi Kwon, GM Marketing AHM.

Meski begitu, petisi ini belum menjadi sebuah persoalan besar bagi AHM atas produknya. Karena tak semua motor mengalami hal ini. Akan dicek apa yang menjadi sebab timbulnya keluhan-keluhan tersebut.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin menjelaskan recall itu bagian dari tanggung jawab produsen. Namun untuk persoalan masalah PCX ini AHM memastikan tidak ada rencana recall.

“Intinya kami selalu berusaha mengedepankan kepuasan konsumen melalui layanan aftersales kami. Yang pasti, sepeda motor Honda yang diproduksi AHM sudah melalui standar pengecekan kualitas yang ketat sebelum dikirim ke konsumen,” ungkap Muhib.

Atas kasus petisi yang menimpa PCX ini, AHM mengaku tak mengurangi minat masyarakat untuk membeli skuter maxi ini. Indentnya cukup tinggi. Daftar antri ini membutuhkan waktu satu sampai dua bulan. “Selama bulan Januari sampai dengan Maret 2019 penjualannya hampir 60.000an unit.

Sejak diproduksi lokal, penjualan PCX meningkat tajam. Skuter matic ini dibandrol dengan harga on the road (OTR) DKI Jakarta Rp 28,02 juta untuk tipe CBS dan Rp 31,02 juta untuk tipe ABS, dan Rp 41,3 juta untuk PCX Hybrid.