jump to navigation

Blind Spot Dalam Berkendara Roda Dua Sering Terjadi, Ini Tips-nya! 12 April, 2022

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

Selain mengasyikan dan banyak manfaatnya, berkendara juga perlu dilakukan dengan penuh perhatian. Safety riding harus selalu dikedepankan.

Salah satu bahaya dalam berkendara adalah momen blind spot atau titik buta dalam setiap berkendara di jalan raya baik bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Salah satu cara untuk mengurangi blind spot adalah dengan menggunakan spion di motor kita.

”Dalam berkendara roda dua, penggunaan spion sepeda motor merupakan hal yang sangat vital dalam safety riding, karena dengan adanya spion, blind spot bisa dikurangi,” sebut Fery Risdiyanto, instruktur Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta.

Fery juga menjelaskan beberapa tips safety riding dari Yamaha Riding Academy, untuk mensiasati blind spot baik dari sisi pengendara maupun sisi pengendara lain :

1. Sesuaikan arah spion motor Anda sebelum memulai perjalanan, pastikan arah spion pas meliputi arah belakang sepeda motor Anda agar dapat mengetahui kondisi di area belakang.

2. Hindari modifikasi spion yang tidak sesuai standar keselamatan, seperti mengganti dengan spion berukuran kecil, tentu saja akan memperlebar blind spot Anda sehingga lebih sulit mengetahui kondisi di belakang.

3. Nyalakan lampu utama dan gunakan pakaian yang berwarna cerah, atau yang bisa memantulkan cahaya. Hal ini berguna agar Anda dan kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengendara/pengguna jalan lainnya.

4. Posisikan motor Anda di tempat yang mudah terlihat oleh pengendara lain yang berada di depan. Hal ini bisa dicek apabila Anda bisa melihat wajah pengendara lain melalui spionnya, berarti posisi Anda masih bisa dilihat olehnya melalui kaca spion.

Dengan meminimkan blind spot berarti kita juga sudah meminimalisir risiko kecelakaan dalam berkendara di jalan raya, dan ingat selalu mengecek kondisi sepeda motor dan alat pelindung diri (APD) sebelum mulai berkendara.

Waspadai Bahaya Blind Spot Ketika Berkendara 8 Juni, 2021

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags: ,
add a comment

Berkelana dengan sepeda motor di jalan raya memang menyenangkan dan lebih efisien secara waktu. Meski begitu perlu selalu waspada.

Dengan dimensi yang lebih kecil, sepeda motor memiliki kemampuan berkendara lebih lincah dan mudah untuk menyalip kendaraan lain, namun juga berpotensi sulit terdeteksi di area blind spot kendaraan lain yang lebih besar.

“Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara,” ujar Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky.

Blind spot merupakan “titik buta” kendaraan yang tidak bisa dijangkau oleh mata pengendara dan spion standar kendaraan. Untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan akibat “titik buta” tersebut, berikut tips untuk mengantisipasinya:

1.       Pahami dan ketahui area blind spot kendaraan kita dan juga kendaraan lain dengan mengikuti pelatihan safety riding agar mampu memprediksi bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika bekendara. Salah satu tempat pelatihan safety riding yang tersedia saat ini bisa ditemui di AHM Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang.

2.       Pastikan area blind spot kita secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau lajur kendaraan. Alternatif lainnya, dapat juga memasang spion tambahan untuk meminimasi area blind spot kita.

3.       Fokus mata dan pendengaran saat berkendara untuk memaksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Untuk itu, hindari mendengarkan musik dengan headset saat berkendara serta hindari menggunakan knalpot tidak standar karena berpotensi menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan kita saat berkendara.

4.       Selalu memposisikan di area luar blind spot kendaraan lain agar terlihat oleh kendaraan lain.

5.       Bunyikan klakson atau lampu untuk melakukan konfirmasi kepada pengguna jalan lain bahwa apabila kita berada pada area blind spot-nya dan segera keluar dari area blind spot tersebut.

6.       Menggunakan pelengkapan berkendara yang terlihat, sehingga tidak mudah terabaikan oleh kendaraan lain.

7.       Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara.

“Semakin besar suatu kendaraan maka “titik buta” saat berkendaranya semakin luas. Selain memahami posisi blindspot suatu kendaraan, pengendara juga harus menerapkan #cari_aman dalam berkendara sehingga meminimalisir resiko kecelakaan,” tutup Lucky.