jump to navigation

Ban Motor Geol-Geol, Bisa Jadi Bearing Rusak, Kenali Masalahnya! 22 Januari, 2023

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags: , ,
add a comment

Jika ban sepeda motor kamu sudah mulai geol-geol atau saat melibas jalanan tak rata seperti ban tergelincir halus. Nah, bisa jadi bearing ban motor sudah rusak.

Bearing atau banyak yang menyebutnya dengan nama laher merupakan komponen yang penting pada sepeda motor, fungsinya adalah penghubung as dengan teromol di bagian roda depan maupun belakang.

Mengutip dari website Honda DAM, disebutkan, walaupun bentuknya kecil, bearing juga punya fungsi lain sebagai penahan beban dan membuat putaran ban menjadi optimal.

Karena begitu pentingnya komponen ini, bearing haruslah memiliki material yang berkualitas. Dan yang perlu diketahui, ketika mengalami kerusakan Bearing tidak bisa diperbaiki, solusi yang tepat adalah menggantinya dengan yang baru.

Masalah yang terjadi ketika bearing rusak sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan sepeda motor, diantaranya :

Motor Tidak Stabil

Saat dikendarai motor dirasakan tidak stabil, terutama jika yang rusak adalah bagian bearing yang berada di roda depan atau belakang. Motor akan terasa oleng, dan bergoyang hingga timbul getaran.

Untuk menghindarinya, lakukanlah pemeriksaan setiap 4000 KM atau sesuai buku panduan pemilik sepeda motor. Pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan cara mengoyangkan ban ke kiri dan kanan. Jika roda terasa goyang atau oblak, maka bearing ban motor sudah rusak.

Timbul Suara Berdecit

Ciri-ciri yang paling banyak terjadi ketika bearing mengalami kerusakan, adalah timbul suara aneh dibagian roda seperti suara berdecit atau suara aneh lainnya.

Bisa dipastikan suara tersebut disebabkan oleh karat atau salah satu komponen mengalami kerusakan, seperti karet pelindung bearing yang rusak dan sering kemasukan debu, kotoran dan air sehingga bola di dalam bearing menjadi rusak, aus dan berkarat. solusinya harus diganti.

Adapun cara untuk menghindari hal tersebut diantaranya melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap bearing juga pemberian pelumas khusus supaya pergerakan tiap komponen yang saling bergesekan di dalam bearing tetap lancar dan optimal.

Penyebab Bearing Rusak

Penyebab terjadi kerusakan pada bearing juga bisa dikarenakan sepeda motor yang sering melewati jalan rusak, speed trap atau lubang di kecepatan tinggi, bearing akan mendapat tekanan berlebih. Hal itu akan mengakibatkan kerusakan pada bentuk dan tingkat presisi bearing. Jika itu terjadi, roda akan terasa oleng, pengendalian tak stabil dan stang sulit dibelokkan ke kiri dan ke kanan. Bukan cuma jadi tak nyaman, tapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Jika kemudi sepeda motor Brosis terasa oleng atau pengendalian kemudi dirasa tidak stabil disarankan untuk melakukan servis di AHASS terdekat agar dapat di periksa oleh teknisi Honda berpengalaman. apabila diketahui penyebabnya berhubungan dengan bearing, maka beberapa hal yang akan dilakukan pengecekan diantaranya yaitu

Dan ketika bearing harus diganti, maka gunakanlah Honda Genuine Part yang kualitasnya sudah teruji. Disamping ini merupakan ilustrasi low friction bearing Honda Genuine Parts dengan dengan material cage yang terbuat dari polyamide berkualitas tinggi (bukan metal) sehingga tingkat gesekan rendah, putaran menjadi lancar dan hemat energi.

Hal itu untuk mencegah terjadinya kesalahan pemasangan saat melakukan penggantian bearing sendiri. Karena jika terjadi kesalahan pemasangan akan membuat kondisi motor jadi makin parah dan biaya yang dikeluarkan tentu jadi lebih besar.

Jadi jangan ragu untuk memercayakan pemeriksaan dan perawatan rutin sepeda motor kesayangan kepada  mekanik andal dan berpengalaman di bengkel AHASS agar motor selalu dalam kondisi prima.

Penting Merawat Ban Motor, Begini Tips-nya! 2 Maret, 2022

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags: ,
1 comment so far

Ban pada sepeda motor memiliki beragam fungsi. Selain sebagai penggerak, juga menopang berat sepeda motor, mendukung kestabilan saat berkendara melewati berbagai medan jalanan, serta membantu daya cengkraman ke aspal saat pengereman.

Karena fungsi vitalnya, kita perlu perhatikan cara merawat ban agar tetap berfungsi dengan baik. “Ban menjadi komponen penting dari sepeda motor, perawatannya cukup sederhana dan mudah dilakukan secara mandiri,” ujar Antonius Widiantoro, Manager PR Yamaha Indonesia.

Mengingat pentingnya peran ban, pengendara perlu memperhatikan dan merawat ban sepeda motor sebelum digunakan untuk menghindari risiko yang dapat ditimbulkan dari kelalaian merawat ban sepeda motor.

Berikut beberapa tips praktis untuk merawat ban pada sepeda motor, diantaranya :

  1. Memeriksa Tampilan Luar Ban

Jika ada keretakan, sobek, kerusakan karena benda asing, atau bergelombang, segera lakukan pergantian ban ke bengkel resmi atau terpercaya. Bagi pemilik sepeda motor Yamaha, dapat mengunjungi dealer resmi Yamaha terdekat atau menghubungi fasilitas SKY (Service Kunjung Yamaha) melalui aplikasi My Yamaha App. Bengkel resmi Yamaha sudah menggunakan tire changer untuk menjaga durabilitas ban serta menjaga warna dan kondisi velg agar tetap mulus.

  • Memeriksa Usia Ban

Pada umumnya usia ban dapat mencapai 5 tahun, namun pengendara tetap harus memperhatikan kondisi ban, apalagi jika pengendara aktif dan rutin menggunakan sepeda motor, serta banyak melewati jalan yang tidak rata.

Selain memastikan tampilan luar ban bebas dari keretakan, pengendara dapat melihat umur ban dari kode produksi yang terdapat pada bagian samping ban sepeda motor. Terdiri dari  kode 4 digit melihat tahun dan minggu pembuatan. Contohnya, kode 0422, artinya ban tersebut dibuat di minggu ke 4 atau bulan januari tahun 2022.

  • Memeriksa Ketebalan Alur ban

Ban mempunyai indikator untuk menunjukkan keausan alur ban (TWI =Tread Wear Indicator) dengan penanda segitiga “▲” pada dinding samping ban. Jika salah satu indikator keausan terlihat di permukaan, maka alur ban hampir tidak dapat berfungsi drainase dalam cuaca hujan. Dalam hal ini, pastikan untuk mengganti ban.

  • Pastikan Tekanan Angin Ban Sesuai Standar

Memeriksa tekanan ban dapat dilakukan dalam kondisi dingin dengan menggunakan alat cek tekanan ban (tire pressure gauge). Pastikan tekanan angin ban sesuai ukuran dan tipe sepeda motor yang terdapat pada buku panduan pemilik.

Contohnya pada sepeda motor skutik Yamaha Gear 125, dengan ukuran tekanan standar ban depan 29 Psi dan ban belakang 33 Psi. Tekanan udara ban yang ideal akan menjaga kestabilan dan kenyamanan, khususnya saat kecepatan tinggi dan belokan, serta mengurangi usia ban.

  • Menggunakan Ban Sesuai Standar

Selalu gunakan ban yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk menghindari penurunan performa sepeda motor yang dapat menimbulkan risiko berkendara.

  • Pastikan Membawa Beban Sesuai Kapasitas Ban

Periksa kapasitas muatan ban sepeda motor sebelum berkendara, mencegah terjadinya kelebihan muatan yang menimbulkan risiko bahaya saat berkendara.  Pengendara dapat melihat kapasitas muatan pada ban sepeda motor melalui 3 digit angka setelah data ukuran ban. Contohnya pada Yamaha Gear 80/80-14M/C 43P, dimana 3 digit terakhir 43P berarti 43 = Beban maksimum 155kg, lalu P = Batas kecepatan maksimum 150 km/jam.

Untuk meminimalisir risiko pengendara sepeda motor saat berkendara, produk-produk Yamaha telah menggunakan ban tubeless. Selain perawatannya yang praktis, penggunaan ban tubeless pada sepeda motor Yamaha untuk mendukung kualitas sepeda motor dan meningkatkan kenyamanan saat berkendara, khususnya bagi pengendara wanita.