jump to navigation

Kisah SIM M Dari Papua 17 Mei, 2017

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
4 comments

IMG_2728

Kisah bocah SMP di Fakfak Papua yang mengeluarkan SIM M saat ditilang polisi membuat riuh dunia maya. Video yang ditayangkan di facebook membuat ramai. Komentar pun beragam. Yang jelas sang bocoh terlihat amat polos. Nah pelaku pembuatan SIM M yang sangat kurang ajar.

Hanya beberapa hari setelah kasus ini mencuat, polisi membekuk pelaku pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk pelajar. SIM palsu ini dibuat oleh Jufry Kilwouw, seorang karyawan honorer Pemda Kabupaten Fakfak Papua Barat.

Jufry mengedit SIM asli menjadi SIM M menggunakan laptopnya. Uniknya SIM tersebut bukan dikeluarkan oleh pihak kepolisian namun oleh Kepala Distrik Fakfak Tengah. Jufry ditangkap setelah polisi menelusuri melalui media sosial Facebook dimana video tersebut viral.

Saat ditangkap Satreskrim juga melakukan penyitaan terhadap barang bukti yaitu sebuah Notebook, iPad, dan satu buah handphone yang digunakan Jufry untuk mengedit dan menyebarkan editan SIM M ke Facebook.

Cukup mudah cara yang dilakukan Jufry untuk memalsukan SIM. Ia membuka mesin pencarian Google dan melakukan pencarian dengan kata kunci ‘SIM Kosong Untuk Edit’. Jufry kemudian meng-copy SIM C atas nama Ilyas Syahid Sukandi yang dikeluarkan Polda Metro Jaya, kemudian disimpan di notebook, di-copy di Microsoft Word, baru kemudian diedit.

Usai pengeditan dilakukan, si pelaku kemudian menyimpannya ke dalam format foto JPEG. Setelah itu ia pindahkan ke handphone miliknya dan terakhir ia mengunggahnya ke akun Facebook lewat akun Uphie Miranesta Kilwouw.

Jufry diduga melanggar pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook terkait penebaran editan SIM M dalam pasal 27 ayat 3 yo pasal 32 UU No. 11 Tahun 2008 sebagaimana perubahan atas UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Sekadar informasi, berdasar pasal 80 UU No 22 Tahun 2009, ada lima SIM yang berlaku di Indonesia sampai saat ini, yaitu:

1. SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
2. SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg
3. SIM B2, untuk mengemudikan Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
4. SIM C, untuk mengemudikan Sepeda Motor.
5. SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Aya Aya Wae! Ada Begal Susu di Sulsel 1 Mei, 2017

Posted by proud2ride in General, lalu lintas.
Tags: ,
3 comments

IMG_0437

Begal biasanya beraksi dengan menggondol motor atau sekurang kurangnya, tas dan barang barang berharga milik korbannya. Namun begal yang satu ini bukan mengincar semua itu, melainkan buah dada korbannya, hehehe… aya aya wae!

P2R sendiri terkekeh kekeh membaca berita nyata namun terasa beda ini. Mengutip dari situs motorplus, begal buah dada ini kembali menghantui lady biker atau pengendara cewek ini di daerah Watampone, Sulawesi Selatan baru-baru ini, masih di medio April 2017.

Sejumlah biker wanita, mengaku telah dikejai oleh pelaku berperilaku aneh ini. Mereka mengeluhkan perlakuan tak senonoh yang dilakukan pria misterius di sejumlah titik di dalam Kota Watampone pada awal pekan ketiga April lalu.

Ketika korban melintas dan dalam posisi lengah, pelaku langsung menyerang korban dengan meraba bagian sensitif, yakni buah dada atau payudaranya, ketika si lady biker sedang mengendarai motor.

IMG_0439

Menurut pengakuan korban, sebut saja Bunga, cowok yang jadi pelaku dan sampai saat ini masuh misterius tersebut, acap kali membuntuti pengendara wanita. Saat melintas di kawasan sepi, pelaku langsung beraksi meraba payudara sang korban, kemudian tancap gas kabur dari lokasi.

Aksi begal payudara ini sebelumnya pernah juga terjadi di Maros pada Agustus 2016 lalu, seperti yang pernah dilansir makassar.tribunnews.com.

Saat itu 6 pelakunya yang masih remaja, berhasil diringkus oleh pihak kepolisian, karena ada laporan dari para korban. Namun yang terjadi di Watampone, korban banyak yang malu untuk melapor. Hehehehe….

Kota Paling Macet di Dunia, Sip Bukan Jakarta! 24 Februari, 2017

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
4 comments

la-macet

Sebuah lembaga penelitian dunia baru saja mengeluarkan daftar kota paling macet di dunia. Alhamdulillah, ternyata kota paling crowded di bidang lalu lintas itu bukan Ibukota Indonesia, Jakarta. Dalam hasil risetnya, INRIX menunjukan Los Angeles di Amerika Serikat sebagai kota paling macet. Untuk itu, INRIX menobatkan Los Angeles sebagai Global Traffic Scoredcard 2016.

Dari penelitian ini didapatkan hasil indikasi yang kuat bahwa pengemudi di Los Angeles menghabiskan 104 jam per tahun dalam kemacetan. Tabulasi kemacetan di LA jauh mengungguli kota Moskow Rusia, dimana rata-rata pengemudi menghabiskan waktu 91 jam per tahun dalam kemacetan.

Jika kita melihat di tayangan televisi, nampak Amerika punya jalan raya yang lengang, ternyata tidak. Buktinya, selain Los Angeles, beberapa kota di Amerika Serikat juga termasuk ke dalam 10 kota paling macet di dunia. Antara lain, New York di peringkat ketiga, San Fransisco di peringkat ke empat, Atalanta di peringkat kedelapan, dan Miami diurutan ke-10.

Dalam penelitian kali ini, INRIX melakukan pendataan di 1.064 kota dari 38 negara. Namun INRIX tidak memasukan kota-kota di Tiongkok atau Jepang karena tidak bisa mendapatkan data-datanya. Padahal kota kota di dua negara padat ini tergolong tinggi tingkat kemacetannya.

Bagaimana dengan Indonesia? Sejumlah kota di Indonesia juga masuk dalam incaran INRIX. Hasilnya? Jakarta masuk ke peringkat 19 kota paling macet di dunia. Lumayan jauh dibanding urutan pertama, hehehe. Disebutkan rata-rata masyarakat Jakarta menghabiskan waktu 55 jam per tahun di tengah kemacetan.

Di tempat kedua ada Bandung sebagai kota termacet di Indonesia, dengan rata-rata 42,7 jam per tahun menghabiskan waktu di kemacetan. Bandung disusul oleh Malang di posisi ketiga dengan rata-rata 39,3 jam per tahun menghabiskan waktu di kemacetan. Jakarta dan Bandung tengah membenahi kotanya. Jalan layang diperbanyak, sarana transportasi massal juga dibangung dengan penataan kota serta jalan raya. Semoga tahun depan peringkat ini bisa turun.

Yuk Kenali “Yellow Box Junction” 12 November, 2015

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
7 comments

yelow box

Beberapa hari ini ruang informasi utamanya di media social, banyak dikirimi soal “Yellow Box Junction”. Waktu pertama melihat infonya saya cuek aja, ah apalagi nih ya? Gumam dalam hati. Namun, lama kelamaan menarik juga ingin mengetahuinya, karena keberadaannya yang pertama di Jalan Thamrin, Jakarta. Dalam gambar diperlihatkan sebuah area dalam kotak kuning yang di-shoot dari atas.

Yellow Box Junction (YBJ) ini seperti halnya garis marka di jalan raya, bentuk kotak persegi di perempatan/persimpangan jalan yang ramai. YBJ berfungsi mengurai kepadatan dan agar kepadatan tidak terkunci di persimpangan tersebut. Saat jalan tengah padat-padatnya, banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos lampu (traffic light), padahal antrean kendaraan di depannya belum terurai.

Jadi aturan YBJ ini meminta kesabaran pengguna jalan untuk tetap berada di tempatnya, meski lampu telah berganti dari merah ke hijau. Jadi ketika kita berhenti karena lampu merah, kita pasti menunggu warna hijau menyala-kan? Ketika lampu hijau sudah menyala kita tidak boleh jalan jika di kotak YBJ masih ada kendaraan lain dari lawan arah. Kita hanya boleh jalan ketika kendaraan di YBJ sudah habis.

Apa sanksinya jika masih tak sabar?

Aturan menyatakan aparat akan menilang karena sama saja melanggar marka jalan. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b, UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pidananya berupa kurungan penjara dua bulan atau denda Rp 500 ribu.

Jadi mulai saat ini, katika keadaan macet sementara kita berada di lokasi YBJ jangan sekali-kali melintas sebelum kendaraan lawan arah kita klir. Paling sialnya, kita akan diklaksonin kendaraan di belakang. Sebab dia tak tahu kejadian di depan, dan tahunya lampu hijau telah menyala.

Selain di depan Sarinah, Jalan Thamrin, YBJ juga telah diterapkan di Yogyakarta, persisinya di Prambanan. So, hati-hati, ini laksana jebakan batman, masih banyak yang kurang paham. Sementara di sejumlah kota di dunia aturan lalu lintas ini sudah banyak diterapkan.