jump to navigation

Agar Motor Matic Nggak Rem Blong di Turunan Panjang, Begini Tekniknya! 28 Februari, 2022

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags: ,
trackback

Saat menempuh turunan panjang, pengendara motor matic kerap dibuat deg-degan. Was-was mengalami kejadian rem blong saat riding di jalan yang menurun ini sering menghantui.

Berbeda dengan sepeda motor bebek atau batangan bertransmisi manual akan bisa terbantu dengan engine brake, dengan mengurangi giginya.

Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Fauzan Tanaka mengatakan, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk meminimalisir risiko terjadinya rem blong saat mengendarai motor matic ketika dipakai di jalan yang menurun.

Menurutnya, jika melewati jalan menurun yang panjang seperti di pegunungan dengan motor matic juga ada tekniknya. Salah satunya dengan mengurangi risiko rem blong, rem yang tiba-tiba blong saat lewat turunan panjang ini biasanya terjadi di rem motor matic.

Umumnya, motor matic di Indonesia menggunakan rem depan cakram dan rem belakang teromol. Jika terlalu bergantung pada rem depan saja yang sudah cakram, akan mengakibatkan piringan dan kaliper rem panas.

“Saat kedua part tersebut terjadi panas berlebihan, bisa mendidihkan minyak rem yang kemudian membuat sil memuai dan angin palsu terperangkap di dalam sistem rem. Itu pemicu rem motor matic menjadi blong,” jelas Fauzan.

Berikut teknik untuk menghindari terjadinya rem blong pada motor matic saat di jalan menurun. Pertama, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman sebelum jalan menurun.

Kedua, tetap tenang dan jangan panik, gunakan rem depan dan belakang secara bergantian, tujuannya untuk mengurangi panas berlebih pada kedua rem dan rem berfungsi dengan baik.

Ketiga, pengendara bisa sedikit membuka gas untuk mendapat tahanan dari mesin atau biasa disebut engine brake. Motor matic juga punya engine brake, walaupun tidak terlalu terasa seperti pada motor bertransmisi manual, namun bisa sedikit membantu mengurangi kecepatan.

“Perlu diketahui saat kita berkendara di jalan menurun, kendaran bisa bertambah kecepatan dengan sendirinya walaupun gas tidak di putar, sehingga perlu sangat berhati hati dan lintasi dengan kecepatan rendah atau sesuai dengan batas kecepatan pada rambu,” tutup Fauzan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: