jump to navigation

Setelah Australi, Mario Iroth Taklukan Timor Leste 24 Oktober, 2016

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
trackback

img_5092

Kabar petualangan bermotor datang dari Mario Iroth yang tengah berkelana dengan Honda CB500X mulai dari Benua Australia hingga Jakarta. Senin (24/10) Mario Mengabarkan bahwa dia telah menuntaskan riding di negara ketiga di kawasan timur Indonesia yakni Timor Leste. Sebelumnya dia telah menaklukkan New Zealand dan Australia.

Di Timor Leste sendiri ternyata Wheel Story tidak jalan sendirian. “Kami bertemu teman-teman bermotor lainya dari Australia dimana kami bertemu di Darwin setelah memutuskan untuk shipping motor bersama dari Darwin ke Dili, dan setelah motor tiba di Dili, tak berapa lama kami pun langsung berpetualang mengelilingi Timor Leste. Total 7 motor datang dari 6 negara (Indonesia, Timor Leste, Australia, India, Jerman & Inggris) riding bersama menikmati indahnya Timor-Leste,” ungkap Mario.

Hari pertama mereka mengunjungi Hato Builico, persis berada di bawah kaki gunung Ramelau, gunung tertinggi di Timor Leste (2986Mdpl). Jalan menuju desa ini terbilang sangat menantang karena melewati jalan berbatu menanjak di balik tebing yang berkabut. dan kami pun tiba pada ketinggian 2200mdpl dan disini mereka mendirikan tenda disebelah rumah adat dan berbaur bersama warga dalam kedinginan malam.

img_5090

lalu petualangan berlanjut hari berikutnya menuju Marobo Hot spring, salah satu tempat pemandian air panas yang sudah ada sejak zaman Portugis. Jalan menuju lokasi ini tak kalah dengan hari pertama, jalan bebatuan serta tanah licin harus dilewati dengan susah payah. Setibanya di Marobo Hot spring, rasa capek dan lelah terbayar ketika berendam di air panas natural ini.

perjalanan berlanjut ke Selatan menuju Suai. dari pegunungan turun ke pesisir pantai timur yang panas. disini rombongan tinggal di salah satu rumah adat di desa Suai Loro. dan sambutan masyarakat beserta anak-anak yang hangat menyambut kedatangan. Ketika pagi menjelang, mereka disuguhi tarian tradisional yang di bawakan oleh perempuan desa Suai termasuk menunjukkan cara menenun Tais (kain tradisional khas Timor Leste). Perjalanan di lanjutin melewati pesisir timur hingga ke Viqueque. walaupun akses jalanan yang rusak tidak menghalangi rasa semangat untuk meng-eksplor Timor Leste.

img_5091

dari Viqueque riding lanjut ke bagian paling ujung Timor Leste yaitu pulau Jaco. dengan medan off-road yang begitu berat dari Viqueque hingga Los Palos. Namun hari keburu gelap hingga mereka memutuskan kemping di Tutuala. Dan hari berikutnya melanjutkan ke Pulau Jaco, sejauh 8km menuju pantai Valu jalanan begitu berat dan terjal. namun rasa capek terbayar setelah tiba dengan pemandangan serta birunya pantai Valu dan Indahnya pulau Jaco (Pulau tak berpenghuni) yang menjadi primadona Timor Leste.

akhirnya perjalanan kembali ke Dili melewati pantai utara dengan jalanan yang mulus dan pemandangan lautan yang biru. “Di Dili kami di sambut oleh Tim dari Kementrian Pariwisata Seni dan Budaya Timor Leste, pemberian Tais masing masing rider yang diberikan langsung oleh Aquelino Caero Do Santos selaku Directur Geral Ministerio Do Turismo Arte e Cultura. Selama 13 hari berpetualang sejauh 1400 Km di 12 Distrik dengan medan jalan yang berat, terbayar indah sudah.

img_5093

img_5095

Komentar»

1. jurnalmotoran - 24 Oktober, 2016

Mantab
Dikit lg sampai jakarta

2. Yopi - 24 Oktober, 2016

Cakep, naek penjelajah honda CB500

3. Fitready - 25 Oktober, 2016

ada yg bawa cub ya ?🙄


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: