jump to navigation

Bogor Merana, Kota Kedua Termacet di Dunia 13 Oktober, 2016

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

bogor-macet1

Beberapa hari yang lalu saya janjian dengan seorang kawan di Bogor, Jawa Barat. Sore itu baru saja selesai hujan. Ya ampun, di pusat kota ini kendaraan merayap dengan amat pelannya. Macet! Angkot berhenti dengan seenaknya di mana saja mereka mau.

Tak sengaja saya mencek soal macet di Bogor. Waw, ternyata sebulan yang lalu, kota ini baru saja dinobatkan sebagai kota termacet kedua di dunia. Pemberi predikat ini adalah Aplikasi navigasi berbasis Global Posititioning System (GPS), Waze.

Berdasarkan indeks kepuasan pengemudi, Bogor dinobatkan sebagai kota terparah ke-2 di dunia setelah Cebu di Filipina. Bogor ditemani empat kota lainnya dalam 10 besar kota terburuk buat pengemudi.

Denpasar, Bali berada di urutan keempat, lalu Bandung di urutan keenam, Surabaya peringkat 7, dan Jakarta peringkat 9. Jakarta cukup mengejutkan, karena masih lebih baik dari semuanya.

Waze secara keseluruhan digunakan oleh 65 juta pengguna per sebulan di 185 negara. Namun indeks ini difokuskan pada kepuasan pengemudi di 38 negara dan 235 kota yang memiliki lebih dari 20.000 pengguna aktif per bulan.

Ya, sore itu saya pun marah. Mengapa Bogor sebagai kota metropolitan tujuan wisata Indonesia punya kemacetan segini parahnya. Kasihan warganya, meski tinggal di sini sangat nyaman karena sering hujan dan udaranya segar.

bogor-macet2

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto sempat protes akan predikat ini. Menurut Bima, untuk mengukur kemacetan tersebut pasti ada parameternya diantaranya luas wilayah dan panjang jaringan jalan. “Kota Bogor tidak bisa dibandingkan dengan kota lainnya, karena volume kendaraan serta jaringan jalan di Kota Bogor tak seluas di kota besar seperti Jakarta,” ujarnya.

Diakui Bima, dalam 10 tahun terakhir Kota Bogor mengalami kenaikan laju kendaraan. Hal tersebut disebabkan makin bertambahnya jumlah volume kendaraan kendaraan yang datang dari luar Kota Bogor yang menjadi salah satu destinasi favorit warga. “Namun demikian, prioritas Kota Bogor dalam dua tahun ke depan adalah memperbaiki sistem transpotasi,” tandasnya.

Yang betul pak wali, saat bekerja lebih keras. Mengurangi kemacetan di Bogor. Menindak pelanggaran di jalan raya yang membuat macet terjadi di mana-mana.

Komentar»

1. NingS - 13 Oktober, 2016

kagak salah dah

2. Budi Santoso - 13 Oktober, 2016

macetnya ngeri

3. ardiantoyugo - 13 Oktober, 2016

buset itu ijo ijo angkot lagi konvoy…?? :mrgreen:

4. Diva - 14 Oktober, 2016

hore,, bekasi aman, top bekasi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: