jump to navigation

Angkutan Roda Tiga, Mending Keluar Jakarta 19 September, 2016

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

  
Jakarta adalah kota metropolitan dengan segala kemajuannya. Namun soal transportasi masih menjadi masalah di Ibukota, utamanya angkutan lingkungan. Ada wacana pemprov DKI bakal menggusur angkutan roda tiga dengan kendaraan roda empat.

Namun banyak yang beranggapan angkutan yang dulunya dikenal dengan bemo dan bajaj, lalu kini bajaj biru itu masih dibutuhkan warga Jakarta. Karena ukurannya yang kecil dan mudah slap slip di jalanan perkampungan.

Bahkan wartawan ptomotif menggelar diskusi dan menyatakan bahwa Angkutan Lingkungan roda tiga (Bajai) dipastikan tidak akan tergusur atau hilang dari peredaran di Ibukota. Sebab sebagai angkutan lingkungan kendaraan ini masih diminati dan dibutuhkan, bahkan memiliki dasar hukum yang kuat.

Ketua Institute Transportasi Indonesia (Instran) Dharmaningtyas mengatakan, berdasar Perda No 4 thn 2014 angkutan lingkungan adalah sepeda motor roda tiga tanpa rumah.” Dengan demikian dasar hukum angkutan lingkungan atau angkutan roda tiga itu sangat kuat. Jadi tidak ada masalah apapun dengan ketentuan peraturan daerah yang ada,” ujarnya.

  
“Karena angkutan ini dibutuhkan ibu-ibu ketika berbelanja kepasar, anak – anak sekolah, orang yang berpergian dalam jarak dekat dll,” kata Darmaningtyas pada diskusi publik bertajuk “Menata Transportasi Jakarta Menelisik Peran Angkutan Lingkungan” Studi Kasus Angkutan Roda Tiga di Bangi Kopi Tiam, Pasar Minggu.

Mengingat masih banyaknya permintaan akan kendaraan roda tiga, isu ini nampaknya sengaja diembuskan APM yang mengimport kendaraan ini. Terlepas dari urusan bisnis, menurut P2R sebagai kota besar, Jakarta harus beralih ke moda transportasi yang lebih modern. 

Model angkutan roda tiga sudah tak mencerminkan sebuah metropolitan. Jika masih ingin bermain, sebaiknya angkutan roda tiga keluar Jakarta saja. Menjadi angkutan pedesaab misalnya. Jika disebut jalanan perkampungan di Ibukota yang kecil cocok dengan kendaraan ini, artinya, jalanannya yang diperlebar. Jakarta harus modern, karena di sinilah wajah Indonesia berada.

Komentar»

1. Evan - 19 September, 2016

Setuju om, mosok modern kendaraannya jadul, hehehe

2. Diva - 20 September, 2016

kelaut aje boss, hahaha

3. Arul - 20 September, 2016

bajuri aja udah kagak narik bajaj, hahaha

4. Dwi - 23 September, 2016

Gojek lebih asyik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: