jump to navigation

Musuh Lorenzo, Setelah Ban Kini Rossi (Lagi) 14 September, 2016

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

  
Gelaran MotoGP makin memanas. Penyebabnya bukan saja oleh aksi brilian sejumlah pembalap yang membuat ajang ini bertebaran juara, datang silih berganti. Sudah 7 pembalap kini menjuarai MotoGP 2016. Rekor baru tercipta sejak MotoGP digelar tahun 1949.

Di balik itu, dua seteru yang juga rekan satu tim makin menunjukkan jarak permusuhan mereka. Siapa lagi jika bukan Valentino Rossi dan Marc Marquez. Usai balapan di seri Misano, pertikaian mereka makin menjadi.

Semua terungkap usai kelas MotoGP digelar. Saat jumpa wartawan, Lorenzo mengutarakan kekesalannya pada Rossi. Dia menyebut Rossi melakukan over take yang berbahaya, mendahuluinya dengan kotor saat balapan Minggu (11/9).

Semua itu berawal saat baru masuk putaran kedua. Lorenzo disalip Rossi dalam jarak sangat dekat hingga seperti bersenggolan dan Lorenzo tampak menegakkan motornya. Bahkan saat naik podium, Lorenzo dicemooh oleh sorakan ribuan pendukung Rossi.

  
Saat jumpa wartawan Rossi ditanya tanggapannya setelah disalip Dani Pedrosa hingga mereka berdua juga nyaris bersenggolan. Rossi mengatakan tidak ada masalah: “Inilah balapan, ketika Anda berusaha menang di akhir lomba.”

Setelah itu dia ditanya soal insiden serupa dengan Lorenzo. Jawabnya: “Seperti saya katakan sebelumnya dalam kasus dengan Pedrosa, menyalip di Misano agak sulit namun saya ingin berusaha sejak awal karena ketika di Mugello saya di belakang Lorenzo dan akhirnya tidak beruntung karena mesin rusak. Jadi kali ini saya berusaha untuk didepannya.

Situasi menjadi panas ketika giliran Lorenzo yang ditanya pendapatnya. “Well kalau Anda mengajukan pertanyaan itu mungkin karena tindakan tersebut memang agresif, karena kalau tidak Anda tidak akan bertanya. Kalian boleh saja punya pendapat berbeda, sedangkan pendapat saya caranya menyalip itu mungkin terlalu agresif. Dia tidak perlu melakukan seperti itu, tapi Anda tahu gaya dia. Pembalap lain menyalip dengan cara yang bersih.

(Rossi tertawa)

  
Lorenzo: Ini betul, kamu tidak tahu?

Rossi: Tidak, tidak. Cobalah lain kali melihat lagi adegan menyalip itu di televisi.

Lorenzo: Jika saya tidak menegakkan motornya, kita akan tabrakan, saya akan jatuh. Mungkin kamu tidak jatuh, tapi saya pasti jatuh.

Rossi: Ini tidak betul. Saya tidak tahu harus mengatakan apa. Marquez menyalip seperti ini sepuluh kali di Silverstone. Apa yang kamu katakan soal ini tidak betul.

Lorenzo: Ini pendapat saya. Pendapat saya.

Rossi: Kamu juga selalu agresif, juga pada saya.

Lorenzo: Kapan? Ini pendapat saya, juga Race Direction akan punya pendapat lain. Bagi saya, kalau saya tidak menegakkan motor saya akan jatuh. Dia tak perlu melakukan cara menyalip seperti ini, karena dia memang lebih baik dari saya hari ini dan akan menyalip cepat atau lambat. Namun dia tak perlu agresif pada saya. Dia akan punya pendapat berbeda.

Rossi: Apapun, saya tidak setuju.

  
Ngeri banget melihat perang kata kata keduanya. Bagi Lorenzo musim ini memang terlalu berat. Dia masih saja bermasalah dengan motor dan juga ban. Tiap gelaran di musim hujan dipastikan dia tak menuai hasil bagus.

Yang jelas, MotoGP selanjutnya yang akan digelar di Aragon dua pekan ke depan akan sangat menarik. Apakah perseteruan keduanya berlanjut di lapangan? Wih,, gak sabar menunggunya… 

Komentar»

1. RPMspeed - 15 September, 2016

lagi PMS kali

Kupas tipis wiper untuk helm motor versi Cina dan Eropa
http://rpmsuper.com/helm-dengan-wiper/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: