jump to navigation

Merapat ke Ducati Jadi Ujung Kecewa Lorenzo 19 April, 2016

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

  
Setidaknya ada dua kekecewaan Lorenzo pada timnya saat ini movistar Yamaha dan juga rekan setimnya Valentino Rossi. Pertama, dia merasa panas atas sikap Rossi atas dirinya. Perseteruan ini terjadi saat keduanya berebut mahkota juara dunia tahun 2015 kemarin. Kecaman pedas Rossi selalu tertuju padanya yang disebut melalukan konsfirasi untuk menjegal The Doctor meraih gelar juara dunia ke-10.

Akhirnya Lorenzo pun menjadi juara dunia 2015. Hasil ini makin membuat tinggi ketegangan di antara kedua pembalap sohor ini. Bagi Lorenzo dia adalah juara dunianya. Dialah yang harus disanjung dan diutamakan oleh Yamaha. Setidaknya, Yamaha bisa meminta (baca: tegur) Rossi untuk bersikap baik pada dirinya. Namun, Lorenzo melihat dia malah dinomorduakan. Wajar saja pembalap Spanyol ini mutung abis.

Pucuk dicita ulam tiba. Ducati pun ngebet meminang Lorenzo untuk menjajal Desmosedici terbaru. Ducati telah puasa gelar sejak tahun 2007 setelah terakhir Casey Stoner memberi mereka gelar juara dunia. Lorenzo dianggap pilihan tepat. Di saat bersamaan, Rossi kembali menggodanya: dengan mengataka, Lorenzo tak akan berani hijrah ke Ducati.  

Dan inilah saat tepat itu. Lorenzo membayar lunas tantangan The Doctor sekaligus memberi peringatan buat Yamaha, bahwa dialah sang juara dunia, bukan Rossi seterunya di lintasan balap. Hari senin (18/4) Yamaha Motor Racing akhirnya resmi mengumumkan perpisahannya dengan sang juara dunia bertahan ini. 

Di hari yang sama di tempat terpisah, Ducati Corse pun mengumumkan bergabungnya Lorenzo dengan durasi kontrak dua tahun. Otomatis Lorenzo akan menggusur salah satu pembalap Ducati saat ini, Andrea Ianone atau Andrea Dovizioso. Sementara itu pengganti Lorenzo masih dalam incaran Yamaha. Isu yang santer pembalap baru itu adalah Maverick Vinales yang tahun ini membalap bersama Suzuki Ecstar. 

Lorenzo bergabung dengan Yamaha Factory Racing pada 2008, Lorenzo dan Yamaha memenangkan tiga gelar dunia MotoGP (2010, 2012 dan 2015), mengoleksi 41 kemenangan dan naik podium 99 kali dari 141 seri yang dijalani. Sebelumnya, saat berlaga di kelas 250cc, Lorenzo yang lahir di Palma de Mallorca pada 4 Mei 1987 meraih juara dunia 2006 dan 2007.  

Komentar»

1. agu - 19 April, 2016

gitu dong zo,, mosok yamaha forever, hahaha

2. Anton - 19 April, 2016

Akhirnya, lorenzo berani juga, pilihan yg cerdas agar punya CV yg panjang bro, hehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: