jump to navigation

Bandung-Paris: Kisah Lengkap Perjalanan Mario Iroth 25 Desember, 2015

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

  
Mario Iroth dan Lilis baru saja menyelesaikan petualangan bermotor dalam Wheel Story season 3. Mengambil start dari Kota Bandung (Parijs Van Java) hingga kota Paris, Prancis. Keduanya dilepas oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil diantara ratusan warga Bandung dan para supporters perjalanan pada 21 April 2015 lalu dalam memeriahkan Asian African Karnival. 

Perjalanan luar biasa ini berhasil ditempuh sejauh 24.120 Km, menjelajah 14 negara (Indonesia-Malaysia-Thailand-Myanmar-Nepal-India-Iran-Turkey-Yunani-Italia-Austria-Jerman-Swiss-Prancis), 2 benua (Asia & Eropa). “setelah berhasil sampai ke Paris, kami terus melanjutkan perjalanan ke Belgia & Belanda sebelum kembali ke Indonesia, sehingga total jarak tempuh menjadi 24.860 Km, 16 negara selama 184 hari,” ujar Mario.

Perjalanan ini menunggangi Benelli BN600 yang disupport dari Benelli Motor Indonesia (APM Benelli). Untuk menunjang perjalanan jauh ini ditambahkanlah sidebox, Tank bag Respiro Journey dan Duffle Bag Respiro 60L, sehingga bobot motor yang tadinya 215Kg betambah menjadi sekitar 255Kg. Dengan kondisi seperti ini apalagi berboncengan dengan melewati berbagai kondisi jalan, Mario mempercayakan oli mesin motornya menggunakan Castrol Power 1 untuk menjaga mesin tetap optimal & memberikan akselerasi superior selama perjalanan. 

  
Dalam perjalanan ke Paris di beberapa negara yang dilintasi Mario disambut hangat Team Castrol Power 1 sewaktu melakukan penggantian oli mesin motornya di Castrol Bike Point. Mario melakukan penggantian oli mesin secara teratur setiap 3000Km sampai 4000Km jarak tempuh menggunakan Castrol Power 1 racing fully Synthetic 4T 10W-40 untuk Benelli BN600 bermesin 600cc, 4 cylinder.

184 hari bukanlah waktu yang singkat. Petualangan sebenarnya bermula ketika memasuki negara ke 4 Myanmar. Jalanan mulai rusak, bergelombang dan berpasir. Mario & Lilis memakai Jacket Respiro Velocity R3.0 yang dilengkapi protektor pada bahu dan siku juga Velocity riding pant dilengkapi protektor pada lutut yang lebih memberikan proteksi dan kenyamanan berkendara. “Di Myanmar kami mengunjungi puluhan daerah yang indah salah satunya Bagan yang memiliki 2000 lebih kuil,” kata Mario.

India negara yang padat penduduk dan kemacetan dimana-mana. Sewaktu disana Bermotor ke daratan tinggi Darjeeling sungguh mengasikan, Akselerasi superior Castrol Power 1 sungguh terasa sehingga Benelli BN600 pun dengan enteng melewati jalanan menanjak dan berliku, Dan hingga tiba di Tiger Hill dengan temperatur berkisar 10 derajat namun Respiro Velocity R3.0 dan Neck tube Respiro, membuat hangat suasana menikmati sunrise menyinari pegunungan Hilamaya. 

  
Sebagian daerah yang dilewati di India masih musim Moonsoon, Mengendarai motor menuju Agra tidaklah mengasikan. Jalanan basah dan angin kencang disertai hujan lebat sungguh tidak nyaman. Dalam kondisi seperti ini Kinerja mesin tetap terjaga berkat Castrol Power 1, Mario terus berkendara menggunakan Respiro Rain Jacket sehingga team Wheel Story pun bisa menikmati Indahnya Taj Mahal. 

Di Asia Tengah semua berubah, mulai bahasa, ras, makanan dan alam. Mario tiba di selatan Iran, rupanya daerah ini sangat panas, dikelilingi gurun dan bukit berbatu. Jalanan Mulus namun temperatur mencapai 50 derajat celsius. Setelah tiba di Tehran temperatur mulai turun menjadi sekitar 25 Derajat. Perjalanan ini pasti menyenangkan karena ini adalah pengalaman baru, begitu juga ketika masuk wilayah Turki, jalanya yang mulus ditambah warganya yang ramah membuat perjalanan lebih fun. 

Wheel Story sempat camping beberapa kami di Turkey dan mencicipi makanan khas Persian waktu di Iran, melihat proses pembuatan karpet dan bahkan berkunjung ke Persepolis di Shiraz Iran dan juga Cappadicia di Turkey. Jarak tempuh sudah sekitar 18000Km ketika kami berada di Istanbul-Turkey namun mesin tetap prima dan akselerasi terjaga, speed di highway antara 90-130Km/h, Jacket masih memberikan kenyamanan.

  
Tibalah Wheel Story di Eropa, masuk dari Yunani, semua serba mahal, tertib dan bersih. Tapi karena perjalanan Wheel Story masuk Eropa sudah pada bulan September, tandanya musim panas telah berakhir, musim gugur tiba dan temperatur sekitar 6-12 derajat. Di Eropa rata-rata Mario berkendara sejauh 400-500Km dalah sehari, beberapa kali Camping. 

Namun hal yang paling buruk ketika mereka terkena badai salju di bagian utara Italy dekat perbatasan Austria sewaktu camping, temperatur mencapai 2 derajat celsius dan harus tetap bertahan. Syukurlah semua aman walau sudah pakai 4 lapis pakaian sampai jacket hujan. Dalam kondisi ekstrem mesin motor normal, akselerasi masih mantab dengan Castrol Power 1. Wheel Story mencapai ikon kota Paris yaitu menara Eiffel pada hari ke 174 dengan jarak tempuh 24.120Km. 

Untuk 2016, Mario pun tengah menyiapkan perjalanan yang tetap sama unik dan spektakulernya. “Sampai jumpa pada petualangan Wheel Story season 4 2016,” ujar Mario.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: