jump to navigation

Saat Go-jek Disamber Gledek 18 Desember, 2015

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

  
Fenomena Gojek setahun belakangan begitu indah. Banyak warga menggantungkan hidupnya dengan menjadi pengemudi Go-jek. Pengangguran narik ojek, pekerja juga nyambi nge-Go-jek, sementara ojek pangkalan juga melebur menjadi Go-jek. Sistem online yang mempertemukan pelanggan dengan pengojek membuat arus pesanan ojek modern ini meningkat tajam.

Penghasilan seorang Go-jek sangat memukau. Mereka yang rajin sekali bisa membawa pulang uang Rp 300-400 ribu sehari. Bahkan seorang mahasiswa yang sekadar iseng sambil kuliah bisa menghasilkan Rp 3 juta perbulan berkat Go-jek. Tak heran jika perusahaan senada pun bermunculan menyusul sukses Go-jek. Ada Grab Bike, Blu-Jek, Lady-Jek, dll. 

Namun, masa indah itu bisa jadi bakal berakhir. Kementerian perhubungan melalui Dirhen Perhungan Darat mengeluarkan perintah melalui Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015, yang ditandatangani oleh menteri perhubungan Ignasius Jonan, tanggal 9 November 2015. Bagaikan disamber gledek: Surat itu menyatakan Go-jek dan sejenisnya dilarang lagi beroperasi. Sadisssss!!!

  
Kata Kemenhub, pengoperasian ojek dan taksi seperti Uber tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan. “Ketentuan angkutan umum adalah minimal harus beroda tiga, berbadan hukum, dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum,” isi aturan tersebut.

Apa tanggapan pengelola ojek berbasis teknologi smart phone ini? Tentu saja mereka menolak. Dan menyatakan, perusahaan mereka merupakan perusahaan teknologi, jadi bukan perusahaan angkutan umum, sehingga undang-undang angkutan umum, tidak bisa dikenakan. Meski begitu, pengemudi Go-jek banyak yang ketar ketir karena kapan saja, mereka bisa digaruk aparat.

Begitu pula konsumen setia Go-jek yang telah merasakan solusi menarik menggunakan Go-jek ke mana-mana. Pasalnya, bagi mereka ojek online adalah solusi baik ketika pemerintah belum berhasil memberikan transportasi umum yang murah dan cepat. Sementara tiap jam sibuk kantoran, jalanan di perkotaan selalu macet parah. “Atasi dulu masalah yang ada saat ini. Jika transportasi sudah oke, jalanan sudah lancer,” dengan sendirinya Go-jek tak dibutuhkan lagi,” ujar Manda kesal.

  

Komentar»

1. sebarkan.org - 18 Desember, 2015
2. jurnalmotoran - 18 Desember, 2015

Hix hix kasian gojek
Tp mas bro jgn samber gledek dong kasian hahaha

3. lulut - 19 Desember, 2015

sudah aman, gojek gak jd diberantas,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: