jump to navigation

Kawasaki Masih Ngeri ke MotoGP 6 Desember, 2015

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

  
MotoGP 2016 sudah hangat diperbincangkan. Sejumlah pabrikan siap-siap meracik tim balap terbaiknya, demi merebut predikat sebagai juara dunia motor tercepat di dunia. 

Bagaimana dengan Kawasaki, yang dikenal sebagai salah satu pabrikan motor besar yang memasok motor-motor sport berkelas dunia? Wah, genk ijo ternyata masih ngeri menatap MotoGP dan enggan bertarung di kelas balap yang dihuni pembalap terbaik dunia. 

Padahal sejumlah pabrikan yang dulunya sama-sama ogah menatap MotoGP kini sudah kembali. Suzuki sudah merapat sejak tahun lalu. sudah ada Suzuki. Tahun ini, kancah MotoGP kian berwarna berkat turunnya pabrikan Eropa ke ajang ini, seperti KTM, Aprilia dan MV Agusta. Mereka siap menghadang kejayaan si tiga besar MotoGP yakni Yamaha, Honda dan Ducati.

Kawasaki berkompetisi penuh di MotoGP pada musim 2003-2008 sebelum akhirnya menarik diri karena krisis keuangan. Terakhir mereka berlaga dengan satu motor pada tahun 2009 di bawah nama ‘Hayate Racing’ dengan pembalap Marco Melandri. Lalu Kawasaki hanya membalap di ajang kelas dua World Superbike dan sukses merebut 2 titel dalam 3 musim terakhir. Tom Sykes (2013) dan Jonathan Rea (2015).

Untuk ke MotoGP Kawasaki mengaku belum siap kembali dalam waktu dekat, karena biaya untuk terlibat dalam pembentukan tim pabrikan baru akan menjadi penghalang. “Investasi yang diperlukan tidak bisa membuat kami (kompetitif),” kata bos Kawasaki World Superbike Ichiro Yoda seperti dikutip Riders Mag.

Kawasaki berdalih penjualan motornya yang masih rendah dibanding pabrikan lain jadi kendala. “Pada akhirnya, Anda harus menjual sepeda motor, dan merek lainnya menjual jutaan motor lebih dari kami. Bagi mereka, MotoGP setara investasi untuk satu persen dari penjualan mereka.”

Selain masalah biaya, beberapa regulasi menurutnya menjadi penghalang. “Jika kami kembali, beberapa hal harus berubah,” katanya. “Saat ini aturan-aturan sangat ketat. Kami tidak bisa bersaing dengan sepeda motor produksi, misalnya. “Ada solusi teknologi yang telah diadopsi oleh produsen lain, seperti seamless shift gearboxes, kami tidak akan pernah digunakan pada motor jalanan kami. Ini terlalu mahal, akan sia-sia,” tambah Yoda.

Kawasaki berharap Dorna mengubah filosofi dan membuat aturan-benar yang terbuka, yang memungkinkan semua produsen untuk bereksperimen dengan bebas. “Jika begitu mungkin kita bisa kembali ke MotoGP. Tapi untuk saat ini, kami tetap fokus pada Superbike,” ujarnya memberi alasan.

  

Komentar»

1. kasamago.com - 6 Desember, 2015

duit msh jd kendala..

http://kasamago.com/

2. java36 - 6 Desember, 2015

Eksperimen secara bebas maksudnya gmana yah si kawak, bukannya semakin bebas semakin jauh ketinggalan motor mereka?

toejah - 11 Desember, 2015

Betul bro..semakin bebas, Kawak semakin terpuruk ….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: