jump to navigation

Jadi Gak Sih MotoGP Indonesia? 20 November, 2015

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

Soal rencana momboyong gelaran MotoGP ke Indonesia masih menjadi perbincangan hangat di seantero negeri. Maklum, Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki fans MotoGP terbesar di dunia. Indonesia pernah menggelar ajang MotoGP tahun 1996 dan 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor. Namun, setelah itu MotoGP tak pernah kembali lagi.

Tiap seri Moto GP, terutama yang terdekat seperti di Malaysia tak sedikit WNI terbang ke negeri jiran ini menyaksikan langsung gelaran tersebut. Diperkirakan, penonton Indonesia bisa mencapai 20 % dari total penonton yang berkisar antara 70-80 ribu orang. Apalagi siaran langsung di televisi, menjadi program paling menarik bagi motorist di negeri ini.

Kabar terbaru cukup menyejukkan bagi GP mania Indonesia. Dalam situs resmi Kemenpora, Kamis (18/11) dikabarkan, Menpora Imam Nahrawi telah menanda-tangani LOI (Letter of Intention) untuk MotoGP 2017. LOI adalah tindak lanjut dari janji dan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membawa MotoGP ke Indonesia. LOI juga ditandatangani oleh Camelo Ezpeleta selaku CEO Dorna Sport SL.

Sebelumnya Menpora telah menerima kunjungan Carmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna Sports SL yang didampingi oleh Tinton Soeprapto selalu Direktur Sentul International Circuit, 21 Oktober 2015. Kunjungan silaturahmi, serta wujud keinginan Carmelo untuk mengetahui secara langsung dari Menpora tentang keseriusan Pemerintah Indonesia dalam merencanakan penyelenggaraan MotoGP Race 2017.

Proses ini sudah memantapkan rencana gelaran MotoGP di Indonesia. Dorna sudah menyatakan, jika Indonesia lolos sebagai tuan rumah MotoGP, jatah ini akan berlaku selama 3 tahun, 2016, 2017 dan 2018. Melihat posisi Indonesia, kemungkinan gelaran balapan terakbar ini dilaksanakan pada September atau November di antara GP Australia dan Malaysia.

Dalam responnya, Menpora mengatakan akan mengusahakan untuk memenuhi permintaan Dorna Sports SL. Lebih dari itu, Menpora juga sedang mengusahakan segera tersusunnya Keputusan Presiden sebagai payung hukum untuk penyelenggaraan MotoGP Race 2017.

“Keputusan Presiden tersebut bisa juga sebagai landasan hukum untuk melibatkan banyak instansi baik pemerintah maupun swasta bagi suksesnya penyelenggaran MotoGP Race 2017,” tulis Kemenpora.

LOI segera dikirimkan ke Dorna Sports SL atau paling lambat tanggal 20 November 2015, karena Sidang Umum FIM akan mulai berlangsung pada tanggal 21 November di Wina, Austria. Indonesia sendiri memang harus serius mempersiapkan diri untuk gelaran MotoGP ini. Jika tidak, maka kesempatan tersebut akan diberikan pada negara lain juga berminat jadi tuan rumah MotoGP. Antara lain, Kazakstan, Thailand, Finlandia, Brazil dan Chili.

Komentar»

1. irma - 20 November, 2015

Harus jadi biar gak ke sepang lagi

2. Agu - 22 November, 2015

gak kebayang macetnya bisa sampe citeureup!!!

3. arul - 23 November, 2015

Kao jadi warung jambu harus dilebarin jalannya, pintu masuk sentul ditambah dari arah pa citereup.baru deh aman


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: