jump to navigation

Misteri si Cantik di Atas Mio 15 November, 2015

Posted by proud2ride in Uncategorized.
trackback

image

Delea Nur Alvita, 20 tahun telah terbaring damai di rumah terakhirnya, pemakaman di Parung Kuda, Sukabumi, Jawa Barat, Kampung halamannya. Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menemui ajalnya, Minggu (8/11) dinihari akibat kecelakaan di kawasan Cianjur Jawa Barat.

Sekilas tak ada yang aneh dari insiden ini. Namun setelah ditelusuri, kematian Delea menyisakan banyak pertanyaan yang masih menjadi misteri. Pasalnya gadis cantik ini meninggal mengenaskan. Bukan saja kondisi wajahnya sulit dikenali, namun faktor aafety riding pun mengiringinya.

Diketahui, mahasiswi fakultas teknik jurusan tata rias ini baru bisa mengendari sepeda motor yang juga baru dibelikan ayahnya untuk kegiatan kuliah dan menuju kolam renang dekat kost-nya untuk memberikan les renang. Dalam keahlian minim bermotor itu, Sabtu malam Delea nekad riding solo menuju Bandung, kota dimana sang kekasih kos dan kuliah.

Rio si pacar sempat kaget saat diberitahu dia akan riding ke Bandung. Pasalnya Rawamangun – Bandung bukan jarak yang  dekat. Delea juga baru bisa bermotor, sialnya tak ada SIM pula. Biasanya dia naik travel jika ke Bandung. Delea keukeuh menjalani misi yang menurutnya untuk sebuah kejutan ini.

Larangan Rio tak digubrisnya, jreng motor akhirnya start menuju Bandung pukul 21.00, usai dia bertemu seorang pria di kolam renang Arcici, Cempaka Putih. Jam 11 malam Delea melakukan komunikasi via whatsup dengan Kris, dan mengirim foto dia tengah menyeruput minuman kotak di parkiran minimarket. Saat Kris menanyakan posisinya di mana? Dia tak bisa menjelaskan resmi. Hanya dikatakan di sebuah wilayah yang banyak mobil berplat F. “Saya masih meminta dia untuk kembali pulang. Tapi Delea nekad dan terus ke Bandung,” ujar Rio. Dan itulah komunikasi terakhir mereka.

Malam itu keceriaan dua sejoli ini berganti dengan nestapa. Sekitar pukul 01.30, di sebuah ruas jalan yang sepi di Cianjur warga menemukan sosok pemotor dengan luka dan sudah tak beryawa. Ya, Delea menjemput ajalnya di Cianjur. Dari investigasi kepolisian, disebutkan di pagi buta itu, Delea berpapasan dengan truk dari arah berlawanan. Diperkirakan sambaran angin truk membuat motornya oleng ke kiri, lalu menabrak pohon selanjutnya berakhir di tiang gapura.

Kisah Delea yang tragis menjadi bahan perbincangan. Temanya beragam, mulai dari keisengannya riding Jakarta-Bandung meski baru bisa bermotor. Asmara wakuncar ke Bandung dan soal safety riding. Yang menarik tentu saja soal safety riding. Delea kurang mahir bermotor, lalu riding jauh dan menggunakan matic seperti Mio yang dirancang bukan untuk jalan jauh.

Saat diterpa angin dari truk, dia yang belum ahli bermotor kesulitan mengendalikan motor hingga berujung maut. Jusri Pulubuhu pakar safety riding pernah mengatakan, perempuan pemotor harus memahami dan sering mengikuti pelatihan safety riding, pasalnya perempuan punya kemampuan berkendara lebih minim ketimbang kaum pria. Perempuan suka tak mengenali arah dan juga lama mengambil keputusan untuk melakukan manuver saat berkendara. Semoga kisah Delea menjadi inspirasi buat perempuan pemotor lainnya. Rest in peace Delea!!!

Komentar»

1. arma - 15 November, 2015

Duh mbak berani amat ya, ikut berduka cita

2. si didu - 15 November, 2015

Sepertinya karena cinta ini

3. Aben - 15 November, 2015

Hebat.. Tp miris,,,

proud2ride - 16 November, 2015

Salut ya kawan,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: