jump to navigation

Eh Kawasaki Mau Pasang Supercharger di ZX-14, Ninja 250 Kapan Ya..??? 24 November, 2013

Posted by proud2ride in Kawasaki.
trackback

112013-kawasaki-turbo-engine
Inovasi lagi nih, sekarang giliran Kawasaki yang mau nekat pasang supercharger di motor produksi masalnya. Kalau turbo sudah biasa, udah banyak yang pernah pasang. Yamaha dan Honda sama-sama pernah pakai, sedang ini pakainya supercharger. Apa bedanya??? Monggo dibaca dulu artikel copas dari otomotifnet di bawah ini:

Dalam dunia modifikasi mesin mobil, peningkatan tenaga menggunakan peranti forced induction selalu menjadi primadona. Pasalnya, tenaga yang dihasilkan bisa lebih menjulang ketimbang ubahan total mesin NA (naturally aspirated/tanpa turbo).

Ide utamanya adalah memasukkan udara lebih padat ketimbang sedotan asli mesin. Nah, pemakaian supercharger bisa menjawab hal itu. Peranti ini dikembangkan pada 1860 oleh kakak beradik Philander dan Francis Marion Roots dari Connersville, Indiana AS untuk meniupkan angin ke blast furnace atau tungku pembuat besi. Desainnya kemudian dinamai Roots Supercharger. Sedangkan peranti fungsional perdana pada 1885 oleh Gottlieb Daimler.

Supercharger membutuhkan sumber putaran untuk menggerakkan komponennya. Bisa berupa sepasang lobe dengan rongga atau dikenal sebagai roots supercharger, atau berupa ulir yang kerap disebut twin scroll supercharger.

Sumber putarannya biasa diambil dari mesin. Rata-rata supercharger bisa memakai sampai sepertiga daya mesin buat memutar komponennya. Maka, banyak yang menyebut efisiensinya tidak sebaik turbo. Namun efek dari supercharger lebih spontan. Karena putarannya sudah terjadi sejak stasioner dan putaran rendah.

Sedangkan turbocharger diciptakan oleh insinyur Swiss Alfred Buchi yang mematenkannya tahun 1905. Kemudian kapal dan lokomotif diesel berturbo mulai bermunculan pada 1920. Pemakaiannya ramai untuk pesawat pada Perang Dunia II. Sedangkan pada otomotif, mobil pertama yang pakai turbo dibuat sekitar 1960.

Pada awalnya, pabrikan menyebut peranti ini sebagai turbosupercharger. Karena merupakan alat pemampat udara (supercharger) yang diputar dengan turbin. Turbinnya sendiri berputar karena tiupan gas buang. Penamaannya kemudian disingkat jadi turbocharger.

Turbo, begitu kemudian peranti ini dikenal, dianggap lebih efisien dari supercharger. Karena putaran bilahnya tidak memakan tenaga mesin. Seiring perkembangan, as penghubung bilah kompresor dan turbin pun dilengkapi bearing ketimbang bos logam biasa. Sehingga kitirannya lebih ringan.

Meski punya banyak kelebihan, turbo pun punya kelemahan. Seperti adanya waktu sebelum terjadi turbo spool atau berputarnya bilah compressor. Jeda waktu ini disebut turbo lag. Biasa terjadi pada putaran rendah kala embusan gas buang masih kecil. Begitu putaran naik dan gas buang kencang, turbo bekerja, maka terjadi peningkatan tenaga sangat signifikan.

Selain itu, bilah turbin yang bersentuhan dengan gas buang jadi panas. Membuat udara masuk pun panas. Maka, untuk mendinginkan, biasa dipakai peranti pendingin tambahan yang disebut intercooler. Peranti ini bisa juga dipakai pada sistem supercharger. Semakin dingin udara masuk, semakin padat.

Nah… udah paham kan..!!! Artinya, Kawasaki mau respon putaran bawah motornya makin melejit..!!! Karakter kaya kini harusnya lebih cocok untuk harian. Yang penting akselerasi dan putaran bawahnya enak, kalau putaran atas sih jarang dipakai di jalanan. Sebenanya teknologi ini juga cucok untuk motor cc kecil. Seandainya dipasang di Ninja 250 pasti oke ya..!!!!  Heheee.. Tapi entah kapan..
112013-kawasaki-supercharger-engine-patent-633x388
Ini cuplikan pernyataan dari Kawasaki:
Kawasaki Heavy Industries, Ltd. also has a long history of developing technologies for turbine engines. The lifeblood of these turbines is their blades, which need to be able to cope with extreme heat and vibration while spinning at high speeds. Know-how from years of designing turbine engine blades was instilled in the first supercharger developed by a motorcycle manufacturer. And of course, designing a motorcycle-use supercharged engine in-house means that maximum efficiency could be pursued.

**********

Buat yang mau email ke P2R untuk kasih masukan atau kasih informasi seputar persepeda motoran tanah air. Send aja ke P2Rbikers@gmail.com

Join with Social Media Proud2Ride:

Fan Page FB = Proud2ride
Follow Twitter @proud2ride

 

Komentar»

1. ipanase - 24 November, 2013

waww, gass, cesssssssssss

2. potretbikers - 24 November, 2013

WOW, motor kelas wahid dikasih komponen kelas juga 😀

http://potretbikers.com/2013/11/24/subtitusi-kones-atas-minerva-gtr-170/

3. Beqicot - 24 November, 2013

tambah ngebut…

4. woke - 24 November, 2013

sial dlosor

5. Cbr lover - 24 November, 2013

Atutttttt

6. Fitready - 25 November, 2013

bisa terbang ga kya motor teknologi dewa yg ntu tuh hehe.. 😛

7. orong-orong - 25 November, 2013
8. Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - 25 November, 2013

cakep…

9. Budhi - 1 Desember, 2013

Tolong untuk tidak mengirimi email ke saya lagi. Thx

10. dery_234 - 2 Desember, 2013

tenaga bukan hal yang terpenting di jalanan kota

11. oesman_77 - 2 Desember, 2013

safety gak ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: