jump to navigation

Latihan di Sugo, Adaptasi Suhu Ekstrim dan Handling Motor #Press Release 28 Oktober, 2013

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
trackback

Para-pembalap-Yamaha-Riding-Academy-(YRA)-Indonesia-di-sirkuit-Sugo-Jepang-SUGO-Latihan Yamaha Riding Academy (YRA) 10 pembalap Yamaha Indonesia di sirkuit Sugo, Jepang, 23-25 Oktober banyak dipengaruhi adaptasi suhu udara ekstrim. Musim dingin di Jepang pun membuat pembalap harus menghadapi perubahan cara membawa motor.

Adaptasi juga utamanya dilakukan untuk memahami layout sirkuit Sugo. Instruksi tepat dan terarah diberikan Yoshiyaki Kato untuk memudahkan dalam mendapatkan best time di sirkuit Sugo yang panjangnya 3.7 km. “Upaya pembalap beradaptasi di hari pertama ada yang kena kram tangan. Namun di hari kedua dan selanjutnya, pembalap mulai menemukan racing line dan beradaptasi dengan suhu ektrim. Khusus buat motor sendiri, pembalap akhirnya dapat menyesuaikan dengan perbedaan handling membawa unit motor R6 pada suhu ekstrim,” jelas Supriyanto, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia.

Seperti cara mengeluarkan nafas harus ke arah bawah, biasanya di Indonesia bernafas langsung ke depan. Apabila hal itu dilakukan akan mengakibatkan kaca helm berembun dan jangkauan penglihatan pembalap tidak jelas. Penyesuaian dengan tipe ban yang digunakan pun wajib dilakukan pembalap.

Penggunaan rem pada saat akan melakukan cornering dan timing menutup membuka posisi throttle gas juga jadi penentu keberhasilan mengendarai unit motor R6.

Setiap 11 cornering di sirkuit Sugo ini pun terintegrasi dgn yg lain, dari mulai up hill pada R6 High Point Corner (menanjak), down hill R7 Rainbow corner (menurun). Apabila rider melakukan handling yg salah pada salah satu cornering maka tidak akan mendapatkan hasil yg maksimal.

“Beruntung selama 3 hari kami masih dapat merasakan track Sugo dalam kondisi kering pada hari kedua. Sehingga best time masing-masing pembalap menjadi lebih baik,” tambah Wahyu Rusmayadi, staff Motorsport Yamaha Indonesia yang hadir di Sugo.

Pelaksanaan YRA 2013 terdiri dari dua kali YRA Gold Local pada  18 – 20 Juli dan 9-10 Oktober di Sentul International Circuit.  Dan yang terakhir adalah YRA Gold International, 23-25 Oktober di Sugo Circuit, Jepang.

Tahun depan YRA masih akan berlanjut, lebih fokus bukan hanya YRA Gold saja tapi juga fokus ke :
– YRA Basic – Novice Rider – Underbone
– YRA Bronce – Expert Rider – Sport

10 pembalap peserta YRA 2013 :

1. Imanuel Pratna – Supersport Rider – Yamaha Indoprom RT
2. Sudarmono – Supersport Rider/Indoprix Rider  – Yamaha DS Motto
3. Sigit PD – Indoprix Rider – Yamaha Yonk Jaya
4. Florianus Roy – Indoprix Rider – Yamaha Yonk Jaya
5. Anggi Permana – Indoprix Rider – Yamaha Trijaya Jaya
6. M Zaki – Motoprix Rider – Yamaha Trijaya Jaya
7. Fitriansyah Kete – Indoprix Rider – Yamaha Tunggal Jaya
8. Rey Ratukore – Indoprix Rider – Yamaha Tunggal Jaya
9. Tammy Pratama – Motoprix Rider – Yamaha SND
10. Yoga Adi Pratama – Indoprix Rider – Yamaha Ridlatama

Komentar»

1. Bocah_Ugal - 29 Oktober, 2013

bawah ane maho

2. Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - 30 Oktober, 2013

lho kok? langsung ke 600cc? bukannya 150cc dolo kek sebelah?

😆

*atas ane monyet maho

3. orong-orong - 30 Oktober, 2013
4. Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - 30 Oktober, 2013

artikel sepi FBH…

😆

masmono - 31 Oktober, 2013

nih orang nongol mulu,.,.gada kerjaan ya mbak?

AL - 31 Oktober, 2013

itu imbas kalo benci udah mendarah daging….hehehehe..semoga mendapat hidayah ..aminn

5. ipanase - 31 Oktober, 2013

sip pake sport….

6. Chapunk93 - 1 November, 2013

Yamaha semakin di depan dlm pembibitan pembalap.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: