jump to navigation

MotoGP Bisa Nikung Rebah Sampai 64 Derajat Bukan Cuma Karena Ban 29 September, 2013

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
trackback

rekor-kemiringan-motor
Sebelum MotoGP Aragon dimulai latihan, Lorenzo menunjukan rekor baru di MotoGP. Bukan lap timing atau kecepatan yang tembus 350 km/jam. Tapi sekarang adalah rekor sudut kemiringan motor saat menikung. Paling terakhir adalah motor rebah sampai 64 derajat..!!!!

Wooow.. Kok bisa ya??? Website resmi MotoGP bilangnya ini adalah kemajuan teknologi ban. Ini katanya:
With the vast improvement in tyre technology from Bridgestone over recent years, which has often focussed on improving the ‘edge grip’ of the rubber on the shoulder of the tyres, riders are now getting their machines cranked over to 64º from upright – a stunning feat when you compare it to the cornering abilities of other motorcycles.

Kok gak sepenuhnya percaya ya.. Ada banyak hal yang bikin motor sekarang lebih nurut dan gak gampang jatoh. Petama adalah eranya sekarang mesin 4 tak. Apapun mesin ini lebih smooth ketimbang 2 tak yang kurva tenaganya meledak-ledak. Lagi anteng tiba-tiba kaya dilempar.. Makanya pembalap dulu lebih ati-ati di tikungan.

Belom lagi perangkat elektroniknya makin merajalela. Anti wheelie, gyroscopic sensor, anti sliding dan anti-anti yang lain. Makin asoy aja rebah sampai sikut nempel aspal. Dulu boro-boro hahaa.. Makanya kalau diperhatiin eranya GP500 nikungnya enggak miring-miring banget.

Yaaaaaa.. beruntunglah yang balapan di MotoGP era modern.. Motor lebih aman tapi bukan berarti lebih mudah.. Skill pastinya beda dong. Menaklukan yang liar dan yang lembut. Lembut kalau semua jadi bisa 120 persen bawa motornya sama aja.. Sama-sama berat persaingannya.. tul gak???

Nih, tonton video era GP500, cornering speed-nya gak terlalu cepat juga gak rebah-rebah banget..

**********

Buat yang mau email ke P2R untuk kasih masukan atau kasih informasi seputar persepeda motoran tanah air. Send aja ke P2Rbikers@gmail.com

Join with Social Media Proud2Ride:

Fan Page FB = Proud2ride
Follow Twitter @proud2ride

Komentar»

1. ipanase - 29 September, 2013

teknologi

2. pak tarno - 29 September, 2013

kalo cuma sikut gasruk aspal sih dari dulu juga banyak yg pernah melakukannya. bukan hal aneh lagi

3. nibrazzuri - 29 September, 2013

kalo terlalu miring bisa migren gak ya?

4. Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - 30 September, 2013

GP500 lebih seru dari pada MotoGP…
era 2 tak adalah era para skill dimana di era itu powernya meledak2 bak banteng liar.

meskipun dari sisi top speed kalah kencang dengan 4 tak sekarang, cuma skill dewa yang bisa naklukin ntu motor. apalg ketika itu bannya gak seperti sekarang dan no TC (TC di 2 tak dipake di tahun 2000 an dan itu masih prototype).

😉

5. orong-orong - 30 September, 2013
6. haryudh4 - 30 September, 2013

kejadian kan sama Pedrosa, tanpa TC Pembalap sekarang bakal jumpalitan 😀

HomyPed - 23 Februari, 2014

Kejadian yg gimana?? Pake TC ataw kagak kyknya gara2 kegedean motornya…hehehe…

7. jolor ijo - 30 September, 2013

Yamaha rajanya 2Tak
tapi Honda rajanya 4Tak

Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - 1 Oktober, 2013

di era 4 tak malah Yamaha yang sering menang…

8. pengamat R2 - 30 September, 2013

dari dulu team repsol selalu ddpn,3 repsol,keren.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: