Walau sama-sama berasal dari India, TVS tak sama dengan Bajaj. TVS mencoba masuk pasar besar Indonesia dengan produk normatif yang telah ada selama ini di pasar besar tersebut, yakni motor sport dan motor bebek. Bedanya Bajaj, ATPM ini lebih focus menggarap pasar motor sport yang walau kecil share penjualannya, namun menunjukkan peningkatan yang lumayan dengan indikasi penjualan yang naik terus.
Bajaj pun sadar, kekuatan utama tiga ATPM lawas Indonesia macam Honda, Yamaha dan Suzuki terlalu kuat untuk ditaklukkan. Karena itu, selain menampilkan motor dengan body yang indah, Bajaj juga memilih motor-motor dengan varian yang lengkap. Awalnya ada Bajaj Pulsar 180 cc lalu nongol pula Pulsar 200 cc.
Setelah bermain di cc besar, Bajaj melirik motor sport dengan cc lebih kecil yang pemainnya sedikit. Maka meluncurlah Bajaj XCD 125 cc. Lumayan, motor ini punya pasar tersendiri juga.
Nah, kabar barunya, untuk lebih menguatkan lagi pasar mereka di Indonesia, Bajaj sudah memasuki fase rampung untuk mengeluarkan motor sejenis, namun dengan cc agak naik sedikit yakni Bajaj XCD 135 cc. Maklum, bagi pembesut motor sport, 125 cc rasanya masih terlalu hambar. Nah, solusinya untuk ini perlu motor yang ber cc sedikit lebih besar lagi namun tetap dengan selera Bajaj.
Motor jenis ini telah meluncur di India sana sejak Januari 2009 silam. Namun, petinggi PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) masih mengelak rencana launching serupa di Indonesia. Bantahan disampaikan sejak bulan Maret hingga Mei. Namun, di bulan Juni serta awal Juli ini, agaknya PT BAI sulit bersilat lidah lagi. Pasalnya kecenderungan itu sudah mulai menguak.
Selanjutnya …..
Komentar Terakhir